Kondisi lingkungan alam di Indonesia mengalami kerusakan yang cukup serius. Kerusakan hutan Indonesia mencapai sekitar 3,8 juta hektar setiap tahunnya pada periode 1998 hingga 2000, dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Sejak tahun 1995, Pulau Jawa mengalami defisit air sebesar 32,3 miliar meter kubik setiap tahun. Dari tahun 1998 hingga 2003, tercatat lebih dari 650 kejadian bencana di Indonesia yang menewaskan lebih dari 2.500 jiwa serta menyebabkan kerugian materiil lebih dari 300 miliar rupiah, di mana 85% di antaranya merupakan bencana banjir dan longsor akibat kerusakan lingkungan hidup.
Prefab House
Pre-fabricated house pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh PT. Jaindo Metal Industries.
Pre-fabricated House adalah:
- Rumah yang komponennya dibuat di pabrik.
- Komponen kemudian diangkut ke lokasi pemasangan dan dirakit menjadi bangunan lengkap, serta dilengkapi dengan utilitas dan finishing.
- Dapat dibangun dengan cepat di berbagai lokasi, baik di wilayah perkotaan maupun daerah yang sulit dijangkau.
Pre-fabricated House merupakan:
- Terobosan baru dalam pembangunan rumah modern.
- Keunggulannya terletak pada material yang digunakan serta proses pembangunan yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan pembangunan rumah secara konvensional.
- Sangat sesuai digunakan di daerah terpencil, lokasi yang membutuhkan pembangunan cepat, serta untuk kebutuhan pasca bencana.
Keunggulan:
- Mudah diangkut.
- Mudah dan cepat dibangun.
- Proses konstruksi tidak terpengaruh oleh cuaca.
- Material terbuang sangat minim.
- Hemat tenaga kerja.
- Presisi tinggi dalam dimensi.
- Material dapat didaur ulang.
- Tahan gempa.
- Lebih ramah lingkungan.
- Struktur bangunan ringan.
- Struktur pondasi relatif lebih ringan.
Profil Rangka Sesuai SNI :
Rangka Plafon
Rangka Atap
Rangka Plafon
Rangka Dinding & Kusen
Rangka Lantai












