NEWS

9 February 2018

Aplikasi Rangka Baja Ringan: Rangka Atap

180209-081538_3.jpg

Rangka Kuda-kuda

  • Perkembangan Rangka Atap Baja Ringan


Rangka atap baja ringan merupakan produk yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Fungsinya yang dapat menggantikan rangka atap kayu sudah semakin dikenal oleh masyarakat secara luas, berhubung semakin sulit dan mahalnya untuk mendapatkan kayu yang berkualitas.

Pada saat ini harga rangka atap baja ringan bisa sangat bersaing dibandingkan harga kuda-kuda kayu, tidak seperti pada awal perkembangannya dengan harga rangka atap baja ringan bisa lebih mahal 10% hingga 20%. Pada saat ini rangka atap baja ringan bisa lebih murah sekitra 10% hingga 20%.  Memang ini juga sesuatu yang relatif jika dibandingkan dengan kayu struktural kelas-I.

Pada awalnya pemasaran rangka atap baja ringan dilakukan oleh produsen yang bekerja sama dengan produk baja ringan dari luar negeri sehingga standar, peraturan, sistem pemasangan sesuai dengan yang diterapkan di negara pengembangnya.  Ada juga produsen lokal yang mengembangkan profil, dan sistemnya tersendiri yang mempunyai tim riset dan engineering, dengan menggunakan Standar Baja Ringan dari negara lain (Misalkan AISI Standard dari Amerika dan AS/NZS Standard Australia dan New Zealand). Keduanya mempunyai standar desain pemasangan yang jelas, dan memberikan garansi atas produk rangka atap nya. Tim pemasangnya juga terlatih dan berasal dari distributor atau aplikator yang memasarkan produknya masing-masing.

Namun seiring dengan perkembangan permintaan dan peluang usaha, dan dengan anggapan bahwa baja ringan bisa dipasang secara sendiri, maka banyak bermunculan produsen penjualan profil baja ringan yang tidak mempunyai sistem, profil rangka atap baja ringan ini dijual secara retail di toko-toko bahan bangunan, dan juga tidak mempunyai tim pemasang yang berpengalaman dan terlatih untuk memasang baja ringan. Dengan demikian, biasanya tukang pasang hanya sanggup memasang pada bangunan standar atau rumah tinggal dengan bentang kecil, karena tidak mempunyai standar desain untuk bentang besar.

Untuk hal ini konsumen harus mengetahui mengenai rangka atap yang akan dipilihnya, karena akan menjadi suatu investasi berharga dan juga bisa menyangkut keselamatan yang tinggal di bangunan itu. Link mengenai Rangka Kuda-Kuda : Antara Batangan dan ber-Sistem akan mengulas mengenai hal ini.

 

  • Keunggulan Rangka Atap Baja Ringan

1. Lebih ringan daripada rangka kayu
berat rangka baja ringan 6kg/m2 - 8kg/m2 , sementara rangka kayu sekitar 15kg/m2. Dengan demikian rangka atap baja ringan tidak terlalu membebani fondasi

2.  Tidak mudah merambatkan api
 tidak seperti kayu yang akan merambatkan api jika sudah ada sumber api yang kontak dengan kayu, baja ringan tidak dapat merambatkan api, namun demikian baja sangat lemah terhadap panasnya api, namun dengan adanya panel gypsum sebagai rangka plafon, maka radiasi api pada rangka atap baja ringan dapat dikurangi

3.  Anti Rayap dan Tahan Karat
sudah tentu rangka atap baja ringan akan anti rayap, namun baja akan lemah terhadap karat, untuk itu baja ringan diberikan lapisan tahan karat seperti dibahas pada diulas pada bagian Jenis Pelapis Tahan Karat

4. Tahan Lama dan Bebas Perawatan
dengan ketahanan karat hingga puluhan tahun, maka baja ringan mempunyai usia struktur yang tanan lama,
penggunaan pelapis secara hot-dipped juga menghasilkan produk baja ringan yang bebas perawatan.  Coba kita bandingkan dengan kayu, yang harus dilakukan pengecatan tahan rayap secara berkala

5. Produk lebih presisi dan lebih lurus
produk baja ringan merupakan hasil olahan industri sehingga akan didapatkan bahan jadi yang lebih lurus dan presisi, bandingkan dengan kayu yang merupakan olahan hasil alam, ukurannya tidak seragam, dapat menyusut sehingga akan berubah bentuk, sehingga perlu diraut untuk mendapatkan hasil yang lurus.

 

  • Kelemahan Rangka Atap Baja Ringan


1. Kuat tetapi tidak kaku
Penggunaan baja mutu tinggi pada rangka atap baja ringan menghasilkan struktur yang kuat untuk menahan beban rencana, namun dengan penggunaan pelat yang tipis akan menghasilkan stabilitas yang tidak se-kaku baja konvensional maupun kayu yang bersifat solid.
   
Untuk hal ini, rangka atap perlu disokong atau diberikan kekakuan /bracing yang cukup sehigga dapat berdiri secara rangka ruang secara sempurna.

2. Jarak kuda-kudanya lebih rapat
Tidak seperti kuda-kuda kayu yang mempunyai jarak antar kuda-kuda yang jauh hingga sekitar 4meter, rangka atap baja ringan akan mempunyai jarak kuda-kuda standar dari 1.2 meter hingga 1.5 meter. Dengan demikian rangka atap baja ringan akan terlihat penuh sesak sehingga ruang atap tidak bisa dimanfaatkan.

3. Keruntuhan rangka atap bersifat brittle / tidak daktil
Keruntuhan rangka atap baja ringan akan bersifat tiba-tiba. Rangka atap akan tiba-tiba runtuh tanpa memberikan tanda-tanda terlebih dahulu (misalnya tidak melendut terlebih dahulu).

 

  • Sistem Struktur Rangka Atap Baja Ringan

Secara umum, sistem struktur rangka atap baja ringan tersusun dari kuda-kuda yang dipasangkan pada jarak tertentu hingga membentuk bidang atap yang direncanakan.
Struktur kuda-kudanya menggunakan sistem truss dengan susunan rangka-rangka membentuk segitiga tertutup.  Hal ini tidak jauh beda dengan rangka kuda-kuda kayu, lalu apakah yang membedakannya?

Perbedaan Sistem Rangka Atap :
1. Rangka Atap Baja Ringan

  • Hanya 2 komponen

  • Kuda-Kuda & Reng

  • Jarak Kuda-kuda lebih rapat

2. Rangka Atap kayu

  • Tersusun dari 4 komponen

  • Kuda-kuda, Kaso, Gording, Reng

  • Jarak Kuda-Kuda lebih renggang

Salam Penulis
REVI RENANSIVA